Hal-hal yang dapat dihemat dalam perencanaan rumah tinggal

Tips menanggulangi kebocoran pada rumah tinggal sedari dini
October 24, 2019
Beberapa jenis penutup atap yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia
November 12, 2019

Hal-hal yang dapat dihemat dalam perencanaan rumah tinggal

Desain Tangga L

Selamat datang para pembaca. Kembali lagi dengan Penthouse.co.id, seperti biasa kami akan mencoba memberikan tips yang bermanfaat untuk pembaca semua, agar dapat memberikan manfaat terutama bagi para pembaca yang kebetulan sedang melakukan perencanaan rumah tinggal. 

Sejatinya banyak diantara kita yang pastinya berhadapan dengan pembahasan ini, terutama bagi kita yang memiliki dana yang terbatas namun menginginkan fungsi ruang yang sempurna tanpa mengorbankan fungsi-fungsi tertentu. Disini kami dari Penthouse.co.id bermaksud untuk membagikan tips-tips mengenai hal-hal apa saja yang dapat dihemat dalam perencanaan rumah tinggal. Apa saja kira-kira yang dapat dihemat ?

  1. Penggunaan struktur yang tepat

Beberapa bagian struktur dalam suatu bangunan dapat dibangun dengan menggunakan berbagai macam jenis bahan. Diantaranya adalah struktur beton, struktur baja, dan struktur alternatif yang kini banyak ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan besar untuk menjadi bahan alternatif untuk pembuatan bangunan. Sebelum menentukan penggunaan struktur bangunan yang sesuai, diperhatikan dahulu kebutuhan yang ingin anda prioritaskan. Jika ingin menghemat, sebaiknya gunakan struktur beton bertulang seperti yang sudah banyak digunakan saat ini. Jika ingin memprioritaskan kecepatan, maka kami menyarankan untuk menggunakan struktur baja, karena pemasangannya yang cepat namun harganya sedikit lebih mahal. Namun jika ingin menggunakan alternatif lain selain material struktur diatas, anda dapat menggunakannya selama yang ditawarkan masih masuk ke dalam pertimbangan anda.

  1. Penggunaan material dinding dan finishing yang tepat

Dalam kaitannya menghemat anggaran dalam membuat perencanaan rumah tinggal, maka salah satu elemen pokok yang patut dipertimbangkan adalah pemilihan material dinding dan finishing yang tepat. Pada dasarnya yang perlu pembaca ketahui, elemen utama dalam pembuatan dinding di Indonesia secara dasar dibagi menjadi 3 jenis material, yaitu bata ringan, bata merah, dan batako. Secara umum ketiganya memiliki bentuk yang mirip, yaitu terdiri dari bilahan-bilahan kecil. Namun jika dirinci, maka ketiganya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Karena pada artikel ini tidak merinci pada perbedaan ketiga jenis material tersebut, maka kami Penthouse.co.id berusaha menjelaskan secara umum saja. Secara umum, untuk material bata ringan memiliki bentuk yang lebih besar namun dengan harga per pcs lebih mahal daripada material yang lain. Kelebihan menggunakan material ini adalah pemasangannya lebih cepat jika dibandingkan dengan material yang lain, sehingga biaya tenaga kerja nya dapat dihemat. Dilain sisi untuk bata merah, harga per pcs nya jauh lebih murah jika dibandingkan material sebelumnya, yaitu bata ringan. Yang ketiga, adalah batako. Material ini sangat jauh harganya jika dibandingkan dengan kedua material yang disebutkan sebelumnya, namun untuk segi kualitas kami dari Penthouse.co.id kurang merekomendasikannya karena jika dilihat untuk jangka panjangnya tidak dapat bertahan lama. Sedangkan untuk finishing dindingnya sendiri ada banyak jenisnya, bisa menggunakan finishing cat, acian, bata tempel, dan masih banyak lagi. Namun jika diurutnya menurut biaya, maka finishing dengan acian adalah finishing yang paling hemat jika dibandingkan dengan jenis finishing lainnya.

  1. Penggunaan material dan finishing atap yang tepat

Salah satu bagian yang dapat diperhatikan juga dalam mempertimbangkan perencanaan rumah tinggal adalah penggunaan material dan finishing atap yang akan digunakan. Sejatinya, dulu material untuk pembuatan atap pada rumah tinggal didominasi oleh penggunaan material kayu (kaso) pada bagian rangka atapnya. Namun, seiring dengan perkembangan jaman, sebagian besar orang lebih memilih untuk menggunakan material baja ringan, dikarenakan besarnya resiko terkena wabah rayap karena tentunya dapat mengurangi kekuatan dari atap itu sendiri. Jika membahas rangka baja ringan, sebetulnya tidak banyak jenis lain untuk pemilihan penggunaan meterial baja ringan ini. Yang ada hanyalah dari segi ketebalan dan merk dari baja ringan tersebut. Pada umumnya sebagian orang akan lebih memilih dengan menggunakan rangka baja ringan dengan ketebalan 0.75 mm untuk lebih menghemat biaya yang akan dikeluarkan. Untuk finishing atapnya sendiri terdapat banyak pilihan jenis penutup atap yang dapat digunakan, diantaranya adalah genteng keramik, genteng tanah liat, genteng metal, genteng beton, genteng kaca, genteng aspal, dan lain-lain. Jika menurut informasi yang Penthouse.co.id miliki, genteng tanah liat merupakan jenis genteng yang paling murah diantara keseluruhan jenis genteng yang tadi disebutkan. Sebaliknya, genteng aspal merupakan jenis genteng yang paling mahal. Untuk kekurangan dan kelebihan dari masing-masing genteng tersebut akan kami bahas di artikel Penthouse.co.id yang lain.

Sekian informasi yang dapat kami berikan kepada pembaca. Semoga informasi yang kami bagikan dapat bermanfaat untuk kalian semua. Always stay tune.